WEST PAPUA LIBERATION ORGANIZATION

Manokwari - Papua Barat. Email: [email protected]; URL: www.wplo.org; www.oppb.org

Artikel Papua

Kronologis Penembakan MACKO TABUNI

Posted on June 18, 2012 at 5:35 AM

Laporan Kronologis Penembakan MACKO TABUNI, [1]

Wakil Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

(Kamis,14 Juni 2012)

 

 

A. AwalTertembak

 Hari masih pagidan cuaca tampak cerah. Matahari baru mulai menunjukan wajahnya dibalik GunungCycloop untuk memancarkan sinarnya di langit-langit biru wilayah Port Numbay(Kota Jayapura) yang indah. Suasana di sekitar Waena Perumnas 3 KelurahanYabansai Distrik Abepura Kota Jayapura pagi itu, Kamis 14 Juni 2012, tampak berjalannormal seperti hari-hari biasa. Meskipun beberapa minggu belakangan (akhir Mei -awal Juni) sempat terjadi aksi-aksi penembakan misterius yang dilakukan OrangTak Dikenal (OTK) di wilayah Kota Jayapura. Namun rentetan aksi penembakan itutidak mempengaruhi situasi sekitar Waena yang pagi itu berjalan normal.

Para penjualpinang, tukang ojek di pangkalan ojek putaran taxi Perumnas 3 maupun para sopirtaxi jurusan Abepura-Perumnas 3 terlihat melakukan aktivis rutinnya. Beberapapenjual pisang goreng, rumah toko (ruko), warung-warung makan, kios, warunginternet warnet), apotik hingga tempat foto copi dan pengetikan naskah yangbiasanya melayani mahawasis/i dan warga sekitar perumnas 3 juga berjalan normalseperti biasanya. Kampus Uncen baru yang terletak di bukit Waena atau  tidak jauh dari lokasi Perumnas 3 Waena,memang memberi daya tarik tersendiri dengan adanya keramaian di wilayah ini. Halini membuat semakin menjamurnya berbagai tempat usaha, rumah penduduk danbangunan lain. Aktivitas hidup masyarakat pun menjadi beragam tiap hari.       

Pagi itu sekitarjam 9.00 waktu Papua, seorang aktivis Papua bernama Macko Tabuni, yang wajahnyasudah sangat familiar di kalangan pers (wartawan) di Jayapura terlihat asik berbincang-bincangdengan 4 orang pemuda berpakaian biasa (preman). Entah apa yang sedang diperbincangkankelima orang ini dan apakah Macko sendiri berteman dengan mereka, ataukah dia barukenal mereka pagi itu? Ini belum jelas. Tiga orang saksi mata berstatusmahasiswa yang kami wawancarai, berdiri tidak jauh, hanya sekitar belasan meterdari bengkel las di depan putaran taksi Perumnas 3, area dimana Macko Tabuni yangditemani seorang kerabatnya dan keempat orang itu berdiri sambil berceritasejak beberapa menit lalu.

Macko memang terlihatoleh tiga saksi ini mengenakan celana dan baju bercorak loreng (mirip seragam tentara)yang sering menjadi ciri khas penampinannya maupun menjadi penampilan khas paraaktivis Papua yang berasal dari organisasi Komite Nasional papua Barat (KNPB).Rambut keritingnya yang dianyam menjuntai dari kepalanya, dibalut (ditutupi)sebuah topi kesayangannya, mirip topi khas pemacu kuda atau topi khas pelukisterkenal Indonesia, Almarhum Bazuki Abdulah. Seorang dari empat orang yangmenjadi lawan bicaranya beretnis Melayu (non Papua), sedangkan tiga oranglainnya beretnis Papua.

Postur tubuhkeempat orang ini terlihat lebih ramping dan sediki lebih tinggi dari Mackoyang bertubuh gemuk pendek. Potongan rambut keempat pemuda itu berbeda. Seorangyang beretnis Melayu, rambut lurusnya sedikit menjuntai ke bawah, sementaratiga pemuda Papua memiliki rambut keriting sediki pendek. Menurut ketiga saksi,ketika Macko yang ditemani seorang kerabatnya dan keempat orang ini sedang berdirisambil bercerita, tiga mobil secara bersamaan terlihat melaju dari arah jalanmenuju Kampus Uncen. Sesuai perkiraan saksi, ketika mobil ini sepertinya melajudari arah Jayapura memotong jalan alternatif Entrop-Skyland-Waena hingga tibadi Perumnas 3. Ketiga mobil yang memiliki tipe berbeda ini tiba-tiba berhentipada lokasi dan jarak yang berbeda.

Yang satunyaadalah sebuah mobil Avanza berwarna silver yang tampak masih mengkilap dengan kacatertutup rapat, bernomor polisi (DS) 1481 dan sebuah mobil Kijang lain berwarnacoklat dengan kaca tertutup. Kedua mobil ini sebelumnya berhenti tepat di sampingkanan jembatan gorong-gorong (dekat Gereja Advent). Nomor polisi (DS) darimobil kijang ini tidak sempat dihafal oleh saksi. Beberapa saat kemudian, beberapaorang berpakaian preman keluar dari dalam dua mobil itu. Selain dua mobil itu,sebuah mobil Daihatsu hitam dan panjang dengan kaca tertutup dan bernomorpolisi (DS) 141, tiba-tiba muncul dan berhenti tepat di depan sebuah rumah toko(ruko) yang diatasnya ada warnet bernama Tepe Net.

Kebetulan,posisi berdiri tiga mahasiswa yang menjadi saksi hanya beberapa meter darimobil Daihatsu ini. Seketika dari dalam mobil ini keluar seorang pria berbadankekar, berkulit sawo matang dengan tipe rambut lurus pendek. Di tangan priaberpakaian preman berwarna hitam ini, tampak sebuah senjata laras panjang tipeSS1 (buatan PT. Pindad Indonesia). Dengan wajah yang tampak serius dan tanganmemegang senjata, pria ini berjalan ke arah Macko Tabuni dan keempat pemuda itu.Sambil berjalan pria ini sempat mengokang senjata dengan posisi moncong senjatamengarah ke bawah dan siap menembak.

Macko yang saatitu sedang berdiri sambil berbincang-cincang, tiba-tiba kaget karena ditodongdengan senjata dari arah depan oleh pria yang keluar dari dalam mobil Daihatsu.Sempat terdengar oleh saksi, pria bersenjata itu mengatakan, “Jangan bergerakanda saya tangkap,” sambil terus menodongkan ujung senjata ke wajah Macko.Karena merasa terjepit, Macko lalu berupaya bergerak dan menghindar. Namun tangan,baju dan badanya sempat ditahan oleh empat pemuda yang tadinya berceritadengannya agar dia tidak melarikan diri. Setelah berkutat selama beberapa detikdengan mereka, Macko berhasil melepaskan diri dan berlari menyusuri jalan rayake arah pangkalan ojek yang biasanya melayani mahasiswa Uncen, jaraknya tidakjauh dari posisinya berdiri semula.

Seorangkerabatnya yang sempat berdiri menemaninya pun terpaksa melarikan diri karenamelihat Macko ditodong dengan senjata dan akan ditangkap. Beberapa detik saatMacko melepaskan diri dari beberapa orang yang sudah berusaha menangkapnya dan terusberlari, pria yang memegang senjata laras panjang sempat melepas dua kalitembakan peringatan ke udara. Kemudian disusul tembakan ketiga saat Macko masihterus berlari. Menurut ketika saksi yang saya wawancarai, Macko sempat berhentidan mencoba mengarahkan tangannya untuk meraih sesuatu dari dalam saku celana. Entahapa yang hendak diraih dari dalam saku celananya? Soalnya, saksi tidak melihatsesuatu pun digenggamnya.

Karena merasaterdesak, Macko terus berlari hingga menyelinap dibelakang deretan dua puluhanmotor ojek yang sedang diparkir. Tapi dia lalu dihadang dan sempat ditangkap olehseorang tukang ojek yang memakai helm kuning yang sudah berada pada posisi siap(stand bay) disitu.  Sang tukang ojek itusempat memegang erat baju dan badan Macko untuk menghentikannya, tetapi karenaMacko melawan dan merontak dengan keras sehingga dia dapat melepaskan diri danterus berlari. Seketika seorang polisi berpakaian preman yang ikut mengejar menembaktepat di paha kanan Macko, akibatnya dia tidak bisa berlari lagi dengankencang.

Empat orang yangawalnya berbincang-bincang dengannya lalu menghadangnya dari arah depan, Mackolalu ditangkap oleh dua orang dari mereka. Dengan memegang kerah baju, Macko laludibanding dengan keras oleh dua orang itu di jalan aspal, hanya beberapa meterdi depan pangkalan ojek. Setelah dibanting, Macko ditelentangi dengan posisiperut ke bawah dan kepala menghadap ke samping. Salah satu saksi yang merasapenasaran dengan kejadian ini, lalu berupaya melihat dengan jarak yang dekat,sekitar belasan meter dari posisi Macko ditelentangi. Tidak lama setelah itu, priayang tadinya memegang senjata SS1 mendatangi Macko lalu lalu menembak punggung Mackosebanyak dua kali dengan jarak sekitar satu meter.

Salah satu saksimata yang tadinya berdiri hanya dua puluhan merer, sempat melihat kaki Mackobergemetar dan sesaat mulai berhenti karena punggunnya ditembak sebanyak duakali dari jarak dekat. Saksi tidak mendengar suara Macko saat ditembak. Dalamkondisi tubuh berlumuran darah dan kritis, tubuh Macko kemudian diseret oleh 2 orangpria berpakaian preman lain yang tadinya keluar dari mobil Avanza silver dansempat mengeluarkan pistol saat akan menyergap Macko. Tubuh Macko laludimasukan dalam mobil Avanza silver yang tadinya sudah diparkir tidak jauh darilokasinya ditembak.

Pria yangmemegang senjata laras panjang dan menembak punggung Macko lalu berjalankembali ke arah mobilnya yang diparkir berjarak sekitar 40-an meter dari lokasipenembakan. Salah satu saksi yang tadinya menyaksikan dari jarak dekatperistiwa penembakan ini, lalu panik dan berlari membalik ke arah posinyasemula berdiri, yakni dekat putaran taksi sambil meneriakan rekan-rekannya yanglain untuk menghindar karena Macko sudah ditembak. Mereka lalu mencari posisi yanglebih aman diantara sudut-sudut ruko dan warung yang berada tidak begitu jauh dilokasi penembakan sambil terus melihat pria yang memegang senjata laras panjangjenis SS1 berjalan santai menuju mobil Daihatsu.

Pria ini lalumemasukan senjatanya ke dalam mobil lalu menghidupkan mesin, siap dijalankan. Sebelumnya,beberapa orang yang tadinya keluar sambil memegang pistol dari dalam mobil avanzabiru dan mobil kijang berwarna coklat, sudah lebih awal masuk kembali ke dalammobil mereka. Kedua mesin mobil dihidupkan, beberapa detik kemudian mobilkijang langsung melaju lebih awal disusul mobil Avanza silver yang membawatubuh Macko. Setelah itu disusul lagi oleh mobil Daihatsu yang dikemudiakanpria berbadan kekar yang sebelumnya memegang senjata laras panjang SS1 danmenembak punggung Macko.

Ketiga mobiltersebut langsung melaju dengan cepat ke arah rumah sakit Bhayangkara PoldaPapua, melewati arah Abepura menuju Kotaraja. Keempat pria yang awalnyaberbicara dan ikut terlibat menangkap Macko tiba-tiba menghilang entah kemana. Peristiwapenembakan ini juga disaksikan oleh sebagian besar tukang ojek di pangkalan,penjual pinang, sopir taxi, dan warga yang sempat melintas di lokasi. Dua saksiyang saya wawancarai mengatakan, saat itu mereka masih tetap pada posisi memantaudan menyelinap diantara sebuah toko bangunan.

 

 B.Aksi Huru-Hara/Kerusuhan

 Menurut sejumlahsaksi mata yang saya wawancarai secara terpisah di tempat berbeda, beberapamenit setelah tubuh Macko dibawa para penembak, masyarakat asal Wamena (PegununganTengah Papua) dan sejumlah pria Papua yang sempat menyaksikan peristiwapenembakan ini mulai terbakar emosi. Mereka lalu melakukan aksi pelemparan danpengrusakan terhadap sejumlah toko, warung, apotik dan kios yang berada disekitar putaran Taxi Perumnas 3. Seketika itu juga suasana sekitar depanputaran taxi Perumnas 3 tiga menjadi rusuh. Para pemilik usaha seperti; toko,kios, warung/rumah makan, apotik dan sebagainya merasa panik lalu menutup usahamereka. Saat itu juga tersiar kabar ke seantero Kota Jayapura bahwa di Perumnas3 Waena telah terjadi kerusuhan.

Massa simpatisanKNPB yang mayoritas merupakan masyakat asal wilayah pegunungan tengah Papua (Wamenadan sekitarnya) saat mengetahui bahwa Macko telah ditembak oleh aparat keamananIndonesia, mereka kemudian termobilisasi di dua tempat berbeda, yakni disekitar putaran taksi Perumnas 3 dan di depan Museum Budaya Papua Expo Waena. Disekitar putaran taksi Perumnas 3 yang menjadi pusat huru-hara, massa yangberjumlah puluhan orang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama melakukanaksi pengrusakan yang dimulai dari sebuah kios foto copi yang berada diseberang jalan masuk kompleks perumahan dosen Universitas Cenderawasih (Uncen)Otto Wospakrik.

Disitu beberapaorang lalu membakar sebuah motor yang berada dalam kios foto copi sehinggabagian depan bangunannya ikut terbakar. Di depan putaran taksi Perumnas 3, massaselain merusak kios, toko dan warung, mereka juga mengumpulkan dan membakarsejumlah  motor yang diparkir di jalanatau ditemui di depan toko dan tidak sempat diselamatkan pemiliknya. Massakelompok kedua yang sempat melakukan pengrusakan di depan ruko dekat putarantaksi, selain memblokir jalan dengan membakar beberapa motor di tengah jalan,mereka juga membakar sebuah bengkel yang bangunannya menyatu dengan bangunanruko, beberapa meter ke depan dari putaran taksi Perumunas 3. Ini menyebabkanseluruh isi bengkel yang di dalamnya terdapat belasan motor ikut hangusterbakar.

Api yangmembakar isi bengkel ini menjalar dan membakar sebuah toko pada lantai bawahdan atas yang bangunannya menyatu dengan bengkel di ruko ini. Sementara parapemilik usaha di ruko ini umumnya panik, mereka memilih menghindarmenyelamatkan diri. Massa sempat membakar sebuah mobil avanza yang diparkirdibawah ruko, dekat sebuah toko yang di depannya ada anjungan mesin ATM BankMandri yang juga dirusak. Tidak hanya itu, massa yang marah juga membakar tigamobil lainnya yang diparkir di depan toko dan warung/kios di kawasan ini.Setelah melakukan pengrusakan selama kurang lebih satu (1) jam, massa lalumenghindar membubarkan diri secara acak karena melihat polisi mulaiberdatangan.

Massa yangmembubarkan diri secara terpencar ada yang lari memasuki area dalam Perumnas 3,ada yang menghindar ke arah Perumnas 2 dan kampung Pokhouw sebelah kali KampWolker. Massa yang menghindar ke arah perbukitan di belakang Asrama Putra danKampus Uncen Waena sempat bergerak sambil menebang beberapa pohon yang di tanamdi tengah jalan dekat gedung kampus Fakultas Teknik agar menghalangi lalulintas kendaraan. Dalam situasi ini para mahasiswa/i yang sejak pagi mengikutiperkuliahan, para dosen dan pegawai di kampus akhirnya panik. Mereka sempatterjebak di kampus selama kurang lebih satu jam dan tidak bisa berjalan pulang,apalagi jalan turun dari kampus sudah diblokir dan dihalangi pepohonan.    

Ketika terjadi huru-haradi Perumnas 3 dan Expo Waena, massa memang telah melakukan penganiaan/kekerasan,pengrusakan dan pembakaran. Aksi penganiayaan telah menyebabkan tiga orangwarga non Papua (pendatang) menderita luka-luka serius. Mereka diantaranya; seorangsiswa kelas 2 SMA bernama Andi Pariang (warga Manado) yang menderita lukabacokan di leher dan lengannya putus karena dipotong dengan parang disekitar  Expo Waena. Dia langsung dibawadan dirawat di Rumah Sakit Dian Harapan (RSDH). Kemudian seorang mahasiswa Uncenlain bernama Jafar (pria Bugis-Makasar) mengalami luka bacokan di kepala danHaris (Jawa), yang mengalami luka bacok di tangan kanan di sekitar Permunas 3.Keduanya lalu dievakuasi ke rumah sakit Polda Bhayangkara untuk menjalaniperawatan intensif.

Sebanyak empatorang lain yang juga sempat dianiaya massa juga mengalai luka-luka. Merekaadalah ; Edi Karapa (39 thn) staf dosen Fakultas Hukum Uncen. Mengalami lukabacok pada pada kepala belakang dan luka tusuk pada tangan kanan serta lukapanah pada kaki kanan. Korban lalu dirawat di rumah sakit Bhayangkara PoldaKotaraja. Indra irianto (18 thn), mengalami luka pada tangan kanan yang patah,luka robek pada leher kanan dan dagu serta tangan kiri. Korban dirawat di RSUDDok2 Jayapura. Zafar Marzuki (28) yang mengalami luka bacok juga dirawat dirumah sakit Polda Bhayangkara. Kemudian Abdul Azis, juga mengalami luka robekdan juga dirawat di RS. Polda Bhayangkara. Sementara seorang pria Papua bernamaYulius Tabuni (adik dari Macko Tabuni) juga ditembak aparat di bagian kaki dansedang dirawat di RS Bhayangkara Polda.

Dalam aksipengrusakan dan pembakaran, terdapat 6 petak rumah toko (ruko) dibakar, 26 unitsepeda motor dibakar, 4 unit mobil dibakar dan 2 unit lainnya dirusak,kios/warung sebanyak 3 petak dirusak, 1 unit mesin ATM milik Bank Mandiridirusak, sejumlah barang-barang telah ikut terbakar dan sempat terjadipenjarahan barang oleh massa. Aksi huru-huru yang terjadi di sekitar Perumnas 3dan Expo Waena juga sempat membuat warga masyarakat sekitar wilayah BumiPerkemahan (Buper) Waena, gelanggang Expo, kampung Yoka, kampung Waena, perumnas1, Perumnas 2 dan Perumnas 3 semakin panik. Kepanikan juga terasa hinggawilayah Abepura, Kotaraja, Tanah Hitam, Abe Pantai, Nafri, Sky Land hingga ke wilayahEntrop, Polimak dan Jayapura Kota.

Akibat darikepanikan ini, sejumlah usaha pertokoan, rumah makan, sekolah, dan aktivitasbisnis dan perkantoran lainnya di wilayah Waena, Abepura hingga Kotarajaberhenti seketika. Dua orang mahasiswi yang saya wawancarai juga menceritaka bahwaberselang setelah satu jam lebih terjadi huru-hara di sekitar Perumnas 3 danExpo Waena, di area kampus Uncen Abepura aparat polisi sempat membuat rentetantembakan sehingga para mahasiswa panik dan berlari mencari tempat yang aman dibalik perbukitan belakang kampus Uncen Abepura. Sebagian besar mahasiswa, dosendan pegawai Uncen juga mencari tempat perlindungan yang aman di dalamgedung-gedung kampus.

 

C.Pengamanan Area          

 Satu jam setelahterjadi huru-hara di sekitar putaran taksi Perumnas 3, sekitar pukul 10.50pagi, sebanyak satu pleton polisi bersenjata lengkap dari Polsekta Abepura dikerahkanuntuk mengamankan situasi dan tiba di tempat kejadian menggunakan 1 truckpolisi. Mereka lalu memblokade area putaran taksi Perumnas 3 dan sebagianmencoba membantu masyarakat memadamkan kobaran api dari ruko dan kios yangmasih terbakar, termasuk puluhan motor dan mobil yang dibakar massa. Tidak lamalalu disusul satu pleton Dalmas Polresta menggunakan dua truck polisi yang langsungmenuju ke arah bukit kampus Uncen. Para anggota polisi ini sempat berhenti disekitar gedung kampus Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik sambil membuat rentetantembakan ke udara.

Rentetantembakan ini membuat mahasiswa, dosen dan pegawai kampus yang masih terjebak diarea kampus bertambah panik. Aparat kepolisian yang sudah berada di kampus kemudianmembersihkan jalan yang diblokir dengan pepohonan dan mengawal para mahasiswa,dosen dan pegawai turun untuk pulang. Ada yang menggunakan kendaraan danberjalan kaki secara beriringan. Berselang sekitar pukul 11.00 siang, sebanyaktiga pleton anggota Dalmas Polda dan Polresta yang terdiri dari anggota brigademobil menggunakan tiga truck polisi yang dipimpin wakli kepala kepolisianPapua, Brigjen Polisi Paulus Waterpauw dan Kapolresta Jayapura AKBP AlredPapare tiba di area putaran taxi Perumnas 3.

Sejumlah aparatkepolisian yang sebelumnya berjaga-jaga di depan gapura kampus Uncen Waenasempat melarang para mahasiswa/i yang hendak mengambil gambar mereka danperistiwa huru-hara ini dengan HP maupun camera. Sementara sebagian anggotapolisi lalu melanjutkan perjalanan menyisir kampus Uncen hingga ke arah gedungRektorat. Sebagian lagi dengan dilengkapi dua kendaraan baracuda langsungmenuju Asrama Putra Uncen yang disebut Rusunawa (asrama tingkat berlantaiempat) dan terus melakukan penyisiran hingga ke jembatan kali Kamp Wolker diujung asrama. Ini dilakukan karena sempat tersiar kabar bahwa ada sekelompokmassa bersenjatakan panah dan parang yang telah melakukan pengrusakan sedangterkonsentrasi di ujung jembatan.

Tidak lamakemudian sekitar pukul 11.20, sebanyak 1 kompi Yonif 751 Raider dibawahpimpinan Komandan Kodim (Dandim) 1701 Jayapura, Letkol Inf. Rano Tilar tiba dilokasi putaran taksi Perumnas 3. Setelah melihat sejumlah bangunan yang dirusakdan dibakar massa, termasuk beberapa mobil dan puluhan motor yang ikut dibakar,sekitar pukul 11. 25 siang, Wakapolda Papua, Kapolresta Jayapura dan DandimJayapura bergeser dengan menggunakan mobil dinas masing-masing didampingigabungan anggota polisi dan tentara bergerak menuju Asrama Putra Uncen Waena.Mereka kemudian tiba di asrama Rusunawa yang sebelumnya dicurigai sebagai basisanggota KNPB. Para petinggi keamanan ini lalu memerintahkan gabungan aparatTNI/Polisi mengamankan seluruh area Asrama Putra Uncen yang meliputi ; 4 block AsramaRusunawa berlantai empat dan 6 unit asrama lainnya yang berlantai dua.

Setelahmengamankan lokasi, sekitar seratusan penghuni asrama yang tidak sempatmenghindar dari penyisiran aparat lalu dikumpulkan di block 2 Asrama Rusunawa.Diantaranya mereka terdapat beberapa mahasiswi, temasuk mereka yang bukanmahasiswa tapi telah menempati asrama. Salah seorang mahasiswa lalu bertindakmenjadi juru bicara bagi para penghuni asrama kepada pimpinan aparat keamananyang saat itu berdiri dihadapan mereka. Juru bicara mahasiswa ini lalu memintapara penghuni tenang dan tidak usah panik (takut) dan lari, sebab dirinya akanmenjadi jaminan sekaligus juru bicara bagi mereka kepada aparat keamanan.Setelah itu dia meminta para penghuni semuanya duduk untuk mendengarkan arahandari Kapolresta Jayapura.

Kemudian KapolrestaJayapura, AKBP Alfred Papare, memberikan pengarahan selama kurang lebih 15menit, sekaligus memberi jaminan bahwa mereka (para penghuni asrama) tidak akandipukul ataupun ditahan oleh aparat keamanan. Selain itu Kapolresta jugameminta agar mereka harus ikut menjaga keamanan dan ketertiban dengan tidak ikutterlibat melakukan hal-hal yang tidak dinginkan. Setelah berbicara, Kapolresta kemudianmeminta bantuan dari para penghuni asrama yang ada agar memberi kesempatan bagiaparat melakukan penggeledahan di kamar-kamar penghuni. Aparat polisi danbrimob kemudian diperintahkan menggeledah tiap kamar yang dimulai dari gedungblock 1 asrama rusunawa hingga block 4, dilanjutkan ke gedung asrama unit 1hingga unit 6.

Saat prosespenggeledahan masih dilakukan di kamar-kamar penghuni asrama, sekitar pukul12.10 Kapolda Papua, B.L.Tobing dengan mobil dinas yang dikawal sejumlah pengawalnyatiba di lokasi asrama rusunawa. Kapolda sempat memberi arahan dan nasehat yangintinya hampir sama sepeti yang sudah disampaikan Kapolresta. Diantaranya,meminta penghuni yang terdiri dari mahasiswa agar tidak ikut-ikutan terlibatmelakukan aksi-aksi yang melawan Pemerintah Indonesia dan menggangu keamanan,namun sebagai mahasiswa mereka harus fokus melaksanakan studi. Setelahberbicara selama beberapa menit, Kapolda memanggil Kapolresta AKBP AlfredPapare untuk meminta penjelasan darinya terkait pengamanan yang sudah dilakukanaparat kepolisian bersama TNI di lokasi.

Wakapolda,Brigjend Polisi, Paulus Waterpauw selanjutnya memberi pengarahan dan nasehatlanjutan selama hampir 60 menit saat proses penggeladahan kamar-kamar asramaterus dilakukan. Dalam melakukan penggeladahan, aparat juga menyita sejumlah handphone (HP) yang dimiliki para mahasiswa penghuni asrama dan laptop mereka.Membentak dan memarahi para mahasiswa dengan kasar. Seorang mahasiswa bernamaMarthinus Asmuruf yang saat itu sedang sakit dan tidak bisa menghindar bersamarekan-rekan yang lain, sempat berbaring di kamarnya di Unit 3. Saat aparatmelakukan penggeledahan di kamar-kamar asrama, karena merasa ketakutan disertaikondisi yang sedang sakit, Marthinus terpaksa memilih bersembunyi di salah satuloteng dekat kamar mandi. Tapi dia akhirnya ditemukan oleh aparat yangmelakukan penggeledahan di celah loteng yang bolong. Marthinus lalu disuruhturun dan dia sempat dipukul beberapa kali di muka dan badan serta disuruhbergabung dengan ratusan penghuni asrama yang sudah lebih awal dikumpulkan diblock 2 Asrama Rusunawa.

Pada saatdilakukan penggeledahan, aparat polisi dan brimob telah menemukan sejumlahbarang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan. Diantaranya; 2 parang, 2buah senapan angin, 1 buah pistol, 1 buah bom Molotov yang bungkusnya terbuatdari kertas, I buah golok,1 buah pisau, 40 anak panah dan 5 busur, 5 ketapel, 5tas gendong, 1 pasang sepatu pasang PDL, 1 buah bendera KNPB (ukuran 1x2meter), 8 pasang baju loreng dan 1 baju loreng yang disudut kanan terdapat logobendera bintang kejora, 1 buah borgol, 1 buah pipa besi, 2 bendera bintangkejora (1x1,5 meter dan 10x20 cm), 3 buah kapak, 2 sabit/cerulit, 1 bukuberjudul “Tindakan Bebas Memilih di Papua Barat” yang ditulis sejarawan BelandaPieter Droglever, 3 laptop (2 buah hard disk dan 1 buah camera digital), 1 buahbaret hijau, 1 buah noken, 3 buah petasan roket, 1 buah pakaian Loreng TNI-ADpangkat Prada (An. Anton Siswa Secata), 30 bokumen KNPB dan 1 buah BenderaAustralia (0,5 x 1,5 meter).      

Akibat dari aksipenyisiran dan penggeledahan yang dilakukan aparat gabungan TNI/Polisi diAsrama Putra Uncen Waena, sebagian besar penghuni yang merupakan mahasiswaterpaksa memilih mengungsi ke keluarganya. Ada yang memilih bersembunyi dibalik hutan yang berada  di belakangasrama maupun hutan di muara kali Kamp Wolker. Memang ada yang sudah kembali keasrama setelah aparat selesai melakukan penyisiran dan penggeledahan, namun sebagianbesar masih takut kembali ke asrama. Tidak hanya para mahasiswa penghuni asramayang mengungsi, sejumlah warga asal Wamena (Pegunungan Tengah Papua) yangumumnya bermukim tidak jauh dari asrama putra Uncen atau yang bermukim disekitar kali KampWolker juga memilih mengungsi ke hutan dibalik bukit. Sebabaparat gabungan TNI/Polisi telah melakukan penyisiran hingga ke rumah-rumahmereka.    

Para penghuniasrama putra Uncen yang umumnya mahasiswa, kini masih merasa resah (kecewa)karena banyak pintu kamar, engsel pintu dan kaca kamar yang dirusak/pecah saatpolisi melakukan penggeledahan. Beberapa orang mahasiswa juga mengeluh karenaHP dan laptop/note mereka telah disita. Padahal di dalam laptop/note bookberisi file data tugas akhir (skripsi) dan banyak data tugas-tugas kuliah,selain mereka juga harus menggunakan laptop/note book untuk mengerjakantugas-tugas perkuliahan. Akibat dari aksi penyisiran yang dilakukan aparatgabungan TNI/Polri di sekitar Asrama Uncen, Kamp Wolker, Perumnas 3, Perumnas 2dan Perumnas 1 pasa aksi huru-hara, warga umumnya merasa panik dan was-was.

Satu harisetelah aksi kerusuhan di Perumnas 3, suasana di sekitar Waena belum sepenuhnyapulih dan berjalan normal. Warga masih tampak ketakutan, apalagi sempat beredarsms gelab dan rumor (isu) bahwa warga Papua asal Wamena Pegunungan Tengah akan melakukanaksi balasan dengan menyerang warga pendatang maupun aset-aset vital lainnya karenakematian Wakil Ketua I Macko Tabuni yang tewas ditembak aparat keamananIndonesia di Perumnas 3. Mengantispasi kemungkinan huru-hara lanjutan, aparatgabungan (TNI/Polri) dikerahkan untuk menjaga keamanan di sudut-sudut KotaJayapura. Penjagaan lebih diperketat di sekitar wilayah Perumnas 3 Waena, Expo Waena,Abepura dan Kotaraja. Aksi pengamanan kota oleh gabungan aparat TNI/Polisimasih berlanjut hingga saat ini.

 

 

 

D.Mengapa Macko Tabuni Ditembak?

 

Penembakan terhadapMacko Tabuni dilakukan karena institusi keamanan (Polisi/TNI) menuduh dirinyaterlibat atas serangkaian kasus-kasus penembakan misterius yang dilakukan OrangTak Dikenal di wilayah Kota Jayapura beberapa minggu sebelumnya. Misalnya,penembakan atas seorang turis (wisatawan) Jerman di pantai Base G Jayapura,kasus penganiayaan, pembunuhan dan pembakaran mobil yang terjadi di pekuburan Waena,kasus penembakan terhadap seorang pelajar SMA Kristen Kalam Kudus di tanjakanSkyland dekat kantor Otonom Kotaraja, penembakan terhadap seorang anggota TNIdi Entrop, penembakan terhadap dua orang pemuda di jalan Sam Ratulangi Jayapura(dekat markas Polda Papua), penembakan terhadap seorang PNS Kodam di belakangKantor Walikota hingga yang terakhir penembakan terhadap seorang tukang ojekyang sekaligu penjaga keamanan (security)sSaga Mall di halaman Kampus FKIP Uncen Abepura.

Akibat daribelum terungkapnya pelaku penembakan misterius dalam serangkaian aksipenembakan tersebut, institusi keamanan, khususnya Polisi dituding oleh publiktidak mampu mengungkap dan menaangkap para pelaku (aktor) dibalik kasus-kasustersebut. Dalam pemberitaan di media massa lokal di Jayapura-Papua maupun medianasional di Jakarta, petinggi institusi kepolisian Indonesia di Jakarta(Kapolri) dan Jayapura (Kapolda) sempat memberi pernyataan yang masih bias dan sebatasspekulasi bahwa pihaknya telah menemukan ciri-ciri pelaku dibalik serangkaianaksi penembakan misterius di Kota Jayapura. Petinggi kepolisian RI jugamengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap 3 orang Papua yang didugakuat terlibat dalam aksi-aksi penembakan misterius. Namun sampai kini polisibelum bisa membuktikan keterlibatan 3 orang ini.

Tidak hanya itu,untuk membenarkan kerja-kerja polisi atas penangkapan terhadap 3 orang yangtelah dituduh, aparat kepolisian juga telah menangkap Ketua Umum KomiteNasional Papua Barat (KNPB), Buchtar Tabuni. Sosok Buchtar dituduh ikutmendesain serangkaian aksi penembakan yang di dalamnya melibatkan personilanggota KNPB. Apalagi sebelumnya sempat beredar rumor (isu) bahwa sejumlahpetinggi dan personil KNPB telah memiliki senjata api. Tidak lama kemudian,polisi juga menjadikan Macko Tabuni (wakil ketua I KNPB) sebagai sasarantuduhan dan orang yang harus ditangkap karena juga dituduh terlibat dalamserangkaian aksi-aksi penembakan.

Belakangansetelah Macko Tabuni tewas karena ditembak pada Kamis pagi, 14 Juni 2012 disekitar pangkalan ojek putaran taksi Perumnas 3 Waena, Kapolda Papua Irjenpol.B.L. Tobing dalam penyataan di media massa sangat bertentangan dengan apa yangdisampaikan para saksi mata. Sebab Kapolda mengatakan sebelum ditembak, MackoTabuni telah melawan bahkan merampas senjata anggota polisi (Tim Khusus satuanReskrim Polda Papua) berpakaian preman yang hendak bernegosiasi untukmenangkapnya secara baik-baik. Dari pemberitaan sejumlah media lokal dan salahsatu media terbesar di Tanah Papua yang terbit di Jayapura bernama CenderawasihPos edisi Jumat 15 Juni 2012 Kapolda mengatakan, “Karena anggota melihatmelihat Macko Tabuni (MT) sedang mengarahkan senjatanya ke anggota, sehinggaanggota yang lain memberikan peringatakan ke atas, namun Macko Tabuni tidakmenghiraukannya sehingga anggota menembaknya.”

Kapolda jugamengatakan, Macko telah melawan dengan berupaya menembak polisi yang hendakmenangkapnya dengan mengeluarkan senjata/pistol jenis Taurus No. Seri 915682,No Body XK 255565. Senjata ini menurut Kapolda, ditemukan oleh tim dokter pemeriksadi RS Bhayangkara Polda setelah mayat Macko Tabuni dibawah oleh anggota polisiyang menembaknya. Menurut Kapolda, tim dokter juga menemukan dalam pistol yangdigunakan Macko berisi 6 butir peluru Kaliber 38. Pistol itu diduga milik salahseorang anggota Polres Keerom bernama Briptu Hendra yang hilang 2010 lalukarena dicuri di rumahnya. Lagi menurut Kapolda bahwa di dalam noken yangdikenakan Macko, tim dokter juga menemukan 1 selongsong peluru. Sementarapistol tersebut kata Kapolda telah dikirim ke tim laboratorium forensik(Labfor) Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta untuk uji proyektil, disamakandengan proyektil yang sebelumnya ditemukan dari aksi-aksi penembakan misterius.Dengan begitu jika sama, maka Macko Tabuni, dan kawan-kawan dipastikan terlibatdalam serangkaian aksi-aksi penembakan misterius yang selama ini terjadi diKota Jayapura.   

Yang jelas, sebelumterjadinya serangkaian aksi penembakan misterius, penembakan awalnya menimpaseorang turis Jerman di pantai Base G. Padahal Kota Jayapura sebelumnyaaman-aman saja, tidak pernah terjadi penembakan misterius. Anehnya, penembakanawal terhadap warga Jerman terjadi hanya beberapa hari seusai Sidang UniversalPeriodical Review(UPR) Dewan HAM PBB Session ke 13 yang berlangsung di JenewaSwiss. Dalam sidang ini, beberapa negara seperti Perancis, Jerman, Jepang dansebagainya telah mempersoalkan rangkaian kasus pelanggaran HAM yang mash terjadidi Indonesia. Salah satunya soal buruknya situasi pelanggaran HAM yangdilakukan aparat keamanan Indonesia di Papua Barat (West Papua). Negara-negaratersebut juga dikabarkan sempat mengkritik dan mempermalukan PemerintahIndonesia karena maraknya kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum dituntaskan diPapua dan justru sebaliknya pelanggaran HAM masih terus terjadi. *)

___________

Foot note:

[1]Laporan ditulis berdasarkan hasilwawancara dengan beberapa saksi mata dan pengamatan langsung saat kejadian.

 

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

2 Comments

Reply Deddy
12:27 AM on June 19, 2012 
SAMPAI KAPAN PUN PERSOALAN POLITIK PAPUA TIDAK AKAN SELESAI KECUALI MERDEKA. DAN KAMI SEBAGAI RAKYA SUDAH MENYIMPAN DEDAM YANG KEPAJANGAN ATAS TIDAKAN KEBIADABAN MU TERHADAP AKTIVIS PAPUA MERDEKA.

INI PERSOALAN "IDEOLOGI " BUKAN SOAL TIDAK DAPAT POSISIS. DAN KETIDAK PUASAN, MAAF BANGSA INDONESIA.. RABUT KAMI SANGAT BEDAH DAN KULIT KAMI SANGAT BEDA, KAMI BUKAN RAS ASIA. KAMI RAS MELANESIA JELAS KAN,

SAMPAI kapan pun kami akan tetap berteriak merdeka.
ayo rakyat papua bangkit dan lawan bangsa indonesia.

kami bangsa melanesia yang tahu aturan dan norma.
makanya itu kami patas merdeka SEBAGAI SEBUAH BANGSA YANG BSUDAH PERNA MERDEKA. KAMI TUTUT KEMBALIKAN HAK KAMI .

SALAM
FREEDOM.
ANGGOTA WPLO
Reply John Anari
6:02 AM on June 18, 2012 
MESKIPUN TNI & POLRI MERENCANAKAN UNTUK MEMBUNUH KAMI AKTIVIS PEJUANG PEMBEBASAN PAPUA BARAT SELURUHNYA TETAPI KALIAN TIDAK AKAN PERNAH MEMBUNUH IDEOLOGI DAN NASIONALISME KEBANGSAAN PAPUA YANG TELAH TERTANAM MATI DI DALAM SETIAP JIWA PENDUDUK BANGSA PAPUA BARAT.

SELAMAT JALAN MY BROTHER MACO TABUNI SEMOGA ROH MU DITERIMA DI SISI TUHAN YANG MAHA KUASA DAN SEMOGA TUHAN MENGAMPUNI ORANG YANG MENEMBAK MU.

VIVA WEST PAPUA MELANESIA