WEST PAPUA LIBERATION ORGANIZATION

Manokwari - Papua Barat. Email: admin@oppb.org; URL: www.oppb.webs.com; www.oppb.org

Artikel Papua

PAPUA Gerbang Emas Timur

Posted on November 12, 2011 at 4:30 PM

PAPUA Gerbang Emas Timur

Kita sedang memasuki satu era dimana seluruh nubuat dalam Alkitab harus digenapi menjelang kedatangan Yesus kedua kali sebagai raja, termasuk juga pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran yang ditandai dengan penyingkapan / pewahyuan-pewahyuan lewat mimpi, penglihatan dan nubuat atas semua lapisan umat TUHAN.

"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh~Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh~Ku pada hari-hari itu."(Yoel 2:28-29)

Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.(Yesaya 42:9)

 

Master Plan ALLAH atas Bangsa-Bangsa dalam tahap Finishing

Pembagian 12 Wilayah Bumi Berdasarkan 12 Suku Israel

Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel. Tetapi bagian TUHAN ialah umat~Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi~Nya.(Ulangan 32:8-9)

 

BANGSA-BANGSA DIKELOMPOKKAN DALAM 4 BAGIAN MENURUT PENJURU MATA ANGIN 

Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.(Wahyu 21:12-13)

 

TENTANG GERBANG TIMUR IBUKOTA

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu gerbang luar dari tempat kudus, yang menghadap ke timur; gerbang ini tertutup. Lalu TUHAN berfirman kepadaku: "Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorangpun masuk dari situ, sebab TUHAN, Allah Israel, sudah masuk melaluinya; karena itu gerbang itu harus tetap tertutup.

(Yehezkiel 44:1-2)

Secara fisik gerbang ini memang masih ada dan diberi nama Pintu Gerbang Emas (Golden Gate). Ketika Yehezkiel mendapat penglihatan ini, pintu gerbang tersebut masih dalam keadaan terbuka dan penutupannya baru terjadi pada abad ke 5 SM oleh jendral Turki bernama Ottoman yang menduduki Yerusalem. Ia menutupnya mati dengan semen setelah membaca kitab Yehezkiel bahwa akan ada seorang raja yang akan masuk melaluinya dan memerintah di Yerusalem.

KEDATANGAN SANG RAJA DALAM PENGLIHATAN NABI YESAYA

IA akan muncul dari arah Timur dengan menaklukan para penguasa bumi. KKR terakhir bergerak dari Timur berakhir di –Yerusalem.

Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk berperkara! Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup.(Yesaya 41:1-2)

 

PENEGASAN YESUS SANG RAJA YANG AKAN DATANG ITU

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.(Matius 24:27)

 

Bangsa-Bangsa di Wilayah Timur

Di antara bangsa-bangsa wilayah Timur yang akan IA lawat, ada satu bangsa yang dilihat Nabi Yesaya secara khusus dalam Rencana Besar ALLAH yang akan menjadi bencana bagi kerajaan Iblis yang sampai sekarang ini menguasai bumi. Itulah sebabnya Iblis sedang berusaha keras untuk mempertahankan dan menguasainya agar tidak jatuh ketangan Sang Raja yang akan datang itu.

Bangsa manakah yang dimaksudkan itu?

 

Perhatikan penglihatan Nabi Yesaya berikut ini:

(1) PERTAMA

 "Sebab itu permuliakanlah TUHAN di negeri-negeri timur, nama TUHAN, Allah Israel, di tanah-tanah pesisir laut!" Dari ujung bumi kami dengar nyanyian pujian: "Hormat bagi Yang Mahaadil!" Tetapi aku berkata: "Kurus merana aku, kurus merana aku. Celakalah aku! Sebab para penggarong menggarong, ya, terus-menerus mereka melakukan penggarongannya!"  (Yesaya 24:15-16)

Pertimbangkanlah Fakta-Fakta Berikut ini:

  • Indonesia adalah negeri sebelah Timur Israel yang terdiri dari pesisir.
  • Pemulihan Pujian Penyembahan bagi TUHAN bertumbuh pesat tapi dalam waktu bersamaan juga kejahatannya pun pesat (Lalang dan Gandum Tumbuh Bersama-sama).
  • Papua terletak paling Timur dari Indonesia yang mayoritas penduduk pribuminya percaya & menyembah ALLAH dalam “YESUS”Kekayaan Papua terus digarong, masyarakat Papua pada umumnya hidup menderita, miskin, dibunuh, diperlakukan tidak adil diatas tanahnya sendiri.

(2) KEDUA

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (Yesaya 42:10-11)

Siapakah KEDAR itu?

Mereka adalah keturunan dari Ismael. (Kejadian 25:13; 1 Tawarikh 1:28-31)

Pertimbangkanlah Fakta-Fakta Berikut ini:

  • Israel dan bangsa-bangsa sekitarnya bukan negeri kepulauan.
  • Ia menunjuk pada bangsa yang secara geografis sangat jauh dari Yerusalem yang terdiri dari pulau-pulau.Indonesia adalah negeri yang letaknya jauh dari Yerusalem Terdiri dari ±17.000 pulau.
  • Di Asia Pasifik banyak Negara kepulauan tapi Indonesialah negeri Kedar terbesar di dunia.
  • Kaum Kedar menguasai kota, desa, pesisir maupun pegunungannya (di Papua semua daerah diduduki dan dikuasai oleh Kedar baik pekerjaan, ekonomi daerah-daerah dibuka untuk kepentingan transmigrasi, Bugis-Buton-Makasar menguasai pesisir, di Wamena dibangun Islamik Center).

Dari fakta-fakta diatas tidak perlu ditafsirkan lagi Nabi Yesaya telah membaca blueprint ALLAH untuk Indonesia jauh sebelum 17 Agustus 1945. Bahwa Yesus Sang Raja akan melawat Indonesia secara khusus. Suatu peristiwa Kebangunan Rohani Besar yang akan berdampak kepada dunia.Tanggal 5 Mei 2003 Cindy Jacob mendapatkan pernyataan TUHAN yang mengkonfirmasi hal-hal berikut ini ketika bernubuat di Jakarta.

 

Papua sebagai Pusaka Kesayangan ALLAH Punya Peran Penting

Secara Geografis:

  • Diletakkan diujung paling Timur Indonesia.
  • Menjadi Pintu Gerbang masuknya Raja Kemuliaan untuk mentransformasi negeri “Kedar” terbesar (Indonesia).

Secara factual:

  • Diberi TUHAN kekayaan alam yang melimpah terutama Emas.
  • Suku Kedar menguasai di kota-kota, pesisir-pesisir, desa-desa, dalam segala bidang kehidupan.
  • Emas dan segala kekayaannya terus digarong, orang Papua kurus, merana, dibunuh, dan terus menjerit dihadapan TUHAN (Yesaya 24: 16).
  • Pintu Gerbang ini masih tertutup, tapi Yesus akan segera membukanya!
  • KKR Paul Younggi Cho tahun 1996 selesai maka mulai terjadi tranformasi dengan munculnya emas di kota-kota diseluruh Papua. Suku Kedar dari bagian Barat & Tengah Indonesia berduyun duyun datang untuk mendulang emas, yang sebenarnya harus dinikmati oleh Papua, akhirnya diambil kembali oleh TUHAN dan sampai saat ini emas sulit didapatkan.

Alasan dari sudut pandang Profetis

  • Dengan Banyaknya Emas, Papua benar-benar adalah Pintu Gerbang Emas bagi Indonesia.
  • Berbagai upaya “Penghijauan“ membuktikan bahwa Iblis sedang berusaha merebut Pintu Gerbang tersebut dari tangan umat TUHAN, karena barangsiapa menguasai gerbang akan menguasai kota.
  • TUHAN sedang membangkitkan gereja~Nya di Tanah Papua agar berdiri sebagai Penjaga Pintu Gerbang~Nya, ini dapat dilihat dari banyaknya Hamba TUHAN yang Ia kirim untuk merestorasi gereja~Nya di Tanah Papua.Syarat Menjadi Penjaga Gerbang

PERHATIKAN TANDA GERAKAN~NYA.

Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan. Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat. Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh. Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas.

(Keluaran 19:16-20)

  • Reaksi umat TUHAN…… Takut!
  • Reaksi Hamba TUHAN… Musa mendaki puncak gunung Sinai, mendekat kepada Sumber Badai itu.

PERHATIKAN “RESPONSE-MU”

Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian~Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah~Mu dan membunuh nabi-nabi~Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." Lalu firman~Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian~Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah~Mu dan membunuh nabi-nabi~Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau. Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa.

(1 Raja Raja 19:8-17)

 

Guruh, Kilat, Gempa mendahului kunjungan Allah untuk menyelesaikan persoalan Elia dan Isabel.

  • ELIA bersembunyi di “GUA”.
  • Bersembunyi di “Gua” masa lalu (Ayat: 8-10).
  • Api dan gempa akan memaksa ia keluar GUA. Lalu berdiri di depan ALLAH. (Ayat: 11-13).
  • Allah kita Omni Potent, Omni Science, Omni Present, IA tidak butuh laporan kita (Ayat: 14).
  • TUHAN mau kita menjadi Hamba TUHAN masa depan (Profetik) bukan hamba TUHAN masa lalu. (Ayat: 15-17).

Bagaimana reaksi kita ketika “Isabel (Kedar)” menginginkan nyawa kita? Lari, sembunyi di “gua-gua” pengalaman masa lalu, denominasi, doktrin atau ingin “pensiun” dll. Haruskah menunggu sampai “Badai, api dan gempa memaksa kita keluar? Ataukah hari ini kita mau berdiri dihadapan~Nya menerima tugas masa depan?

 

SAATNYA UNTUK BERKOALISI BUKAN KOMPETISI

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak~Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap~Nya engkau akan berlindung, kesetiaan~Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat~Nya akan diperintahkan~Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. "Sungguh, hatinya melekat kepada~Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama~Ku. Bila ia berseru kepada~Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada~Ku."

(Mazmur 91:1-16)

 

Petir, Api, Gempa Adalah

  • Cara Allah memaksa gereja~Nya untuk bersatu (unity) dibawah kepak sayap~Nya
  • Cara Allah memaksa umat~Nya mendekat dan intim dengan DIA.
  • Cara Allah mengajar umat~Nya mengenal Dia secara utuh.

INGAT!

Tragedi 1998-2000, gereja-gereja dibakar, pemerkosaan, pembunuhan, semua itu diijinkan TUHAN agar gereja-gereja bersatu untuk mempersiapkan jemaatnya menyambut kedatangan TUHAN.

Umat TUHAN di Papua! Marilah kita bersatu hati, berdoa agar tidak terjadi tragedy seperti di Jakarta, Sumatra, Sulawesi, Ambon, Palu.

 

“Kilat “ itu sudah mulai bergerak di Timur.

Transformasi sedang berlangsung di negara-negara Pasifik (Fiji, Samoa,dsb) tapi didahului oleh banjir darah, lewat kudeta militer dan pertikaian antar etnis, lalu gereja meresponi dengan meruntuhkan tembok-tembok penghalang unity.

PAPUA apakah jawabmu?

 

INGATLAH!

Doa Sulung Tanah Papua ”Dengan Nama TUHAN kami menginjak Tanah ini” (Ottow & Gissler tahun 1855).

Nama TUHAN Allah telah disebut di atas Tanah Papua, mari umat TUHAN panggilah TUHAN untuk memulihkan negeri ini. Bangsa Papua tidak memiliki senjata, kekuatan, uang. Janganlah takut, Papua memiliki TUHAN & Doa Sulung.

Papua! Berdoa & Berpuasa! Jagalah Pintu Gerbang Emas karena dari situlah Raja Kemuliaan akan masuk.

 

Papua, Mari Responi

 

 

Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan~Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.

(Yehezkiel 22:30)

 

dan umat~Ku, yang atasnya nama~Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah~Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

(2 Tawarikh 7:14)

 

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada~Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

(Yohanes 17:22-23)

 

RAKYAT PAPUA “HIDUP MISKIN” 

TRANSFORMASI MEMANG SELALU TUHAN MULAI DARI MEREKA YANG MISKIN:

1. Janda di Sarfat. Sebelum Transformasi Israel

2. Empat orang kusta sebelum Transformasi Samaria

3. Kampung Nelayan di Galilea sebelum Yerusalem, dll.

 

Orang Papua perlu menemukan kembali gambar dirinya dihadapan Allah agar terlepas dari rasa rendah diri dan siap berdiri sebagai Penjaga Gerbang Emas (Golden Gate). Dari sudut pandang Anatomy orang Papua ibarat “Gadis Sunem” jantung hati “Sang Raja” yang dikasihi melebihi gadis-gadis lainnya. Seperti digambarkan Salomo dalam Kidung Agung. Perhatikan potret”gadis sunem” yang hitam dan kriting itu lalu bandingkan dengan perawakan orang Papua.

1. Gadis desa

2. Kidung Agung.6:4, wanita kekar dan perkasa

3. Kidung Agung 4:2 Bergigi susun/kembar

4. Kidung Agung 4:3; 6:7 , Jerawatan

5. Kidung Agung 6:5a, Salomo jujur mengaku jadi bingung


TUHAN Sedang Menanti Jawaban Orang Papua

Yehezkiel 22: 30-31

Aku mencari ditengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu dihadapanKu, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. Maka Aku mencurahkan geramKu atas mereka dan membinasakan mereka dengan api kemurkaanKu; kelakuan mereka Kutimpakan atas kepala mereka, demikianlah Firman Allah.

Papua! Berjalanlan dalam jalan Allah, jadilan Penjaga Pintu Gerbang Emas…….! Jangan jatuh ketangan Delilah akhir jaman (Uang, Jabatan, Perempuan (Kekayaan)).

 

Matius 24:27

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya kebarat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

 

Dengan kekayaan emas, minyak, dan kekayaan alam lainnya di Papua semua itu, Allah sediakan hanya untuk dipergunakan bagi pekerjaan~Nya yang akan terjadi seperti kilat yang memancar dari Timur dan berakhir di Yerusalem.

 Halleluyah! TUHAN Yesus Anak Allah itu datang kembali!


 

SELAMATKAN PAPUA, SELAMATKAN PINTU TIMUR, 

SELAMATKAN PINTU GERBANG EMAS, 

BAGI MASUKNYA RAJA KEMULIAAN YESUS KRISTUS!


________________

Sumber: 

WORLD WIDE WATCH - Surrounding The Throne Of The King From The Ends of The Earth

Vision by Tom Hess, Prayer’s Tower – Jerusalem, Written by Josh Anadorey, Translated by Pdt. Hanny Andreas, GBI Batam, Published by Apediam Ihsot ©2004

 

origin site: http://www.geocities.com/b.orientalis/papuagerbangemas.html

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

6 Comments

Reply Nasionalis Nusantara
12:46 PM on May 12, 2012 
Masyarakat Papua adalah masyarakat yg menjunjung tinggi budaya luhur nenek moyang. Sama seperti saudara2 masyarakat diseluruh penjuru tanah air Nusantara. Bumi dan air Papua yg subur kaya raya, masyarakatnya yg berbudaya berbudi pekerti luhur adalah potensi besar untuk maju dan sejahtera bersama dalam bingkai Nusantara. Pemimpin masyarakat daerah dan nasional wajib secara nyata memberikan sentuhan dan bergandengan tangan bersama secara gotongroyong mensejahterakan dan mencerdaskan masyarakat Papua. NKRI saat ini sudah transparan demokratis akan menjadi raksaksa bangsa yg demokratis dan maju terbesar didunia. Memisahkan diri dari NKRI adalah bukan jawaban yg bijak. Contoh nyata Timor Leste pisah dari NKRI, masyarakatnya semakin susah sengsara, terisolasi dari peluang hidup yg lebih baik jika dibandingkan masih bersatu dg NKRI.
Reply Nasionalis Nusantara
12:21 PM on May 12, 2012 
Bangsa Nusantara sejak ribuan tahun sebelum masehi hidup dalam kelompok masyarakat yg hidup damai berbudaya bergotong royong saling hormat dan menyayangi. Persatuan kelompok demokratis memiliki derajat yg sama dipimpin oleh Tetua Kelompok yg disebut Kuwu/Negari. Memiliki iman kuat percaya kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki budaya menghormati pendahulu atau leluhurnya. Kehancuran asli bangsa Nusantara dimulai abad ke VI datangnya budaya agama Hindu dg kekuatan militer dan pemerintahan membagi bangsa ini menjadi 4 kasta. Abad 7 penjajah Budha dan utusan khalifah Ottoman Islam datang menyusup selama berabad-abad hingga sekarang. Abad 15 penjajah Khatolik Romawi datang melalui tangan penjajah Portugis. Abad 16 penjajah Martin Luther Protestan menggunakan tangan Belanda. Sudah 15 abad bangsa Nusantara ini dijajah dicekoki dg ajaran agama asing, perang, adu domba sesama bangsa, penistaan terhadap budaya leluhur yg agung, bangsa kita dianggap bangsa kafir penyembah roh. Padahal kita menghormati dan berterimakasih kpd leluhur kita orangtua kita sendiri. Bangsa ini telah lama 15 abad keracunan faham penjajah asing, tercabik, kehilangan budaya kpd Tuhan yg sebenarnya. Kembalilah anak-anak Tuhan yg hilang kpd Bumi Bangsa Nusantara yg berbudaya dan agung luhur bersatu gotong royong saling menyayangi.
Reply PAPUA ISRAEL
8:36 PM on December 7, 2011 
UNTUK MENYELAMATKANNYA PAPUA HARUS MERDEKA!!!
Reply daniel
4:51 AM on December 7, 2011 
jgn berbicara bhineka tunggal ika,jika kita tdk bisa mererapkan itu...contoh konkret...aceh(syariat islam)org2 kristiani susah beribadah dsana,sbnrnya itu sdh melanggar ham..harus perlu diingat,papua itu tanah injil,bukan serambi mekkah....jd tolong jgn tipu2 org2 papua,,dgn byk membawa org2 dtg dipapua,berdiam diri,mendirikan mesjid dimana2...ini fakta....
Reply Galuh
7:06 AM on November 23, 2011 
Kekerasan dan pemisahan diri dari NKRI tidak menyelesaikan masalah.
Semua masyarakat Indonesia prihatin dengan kondisi Papua saat ini, Mari kita bangun Papua menjadi provinsi Indonesia yang makmur dengan penduduknya yg sejahtera. Negara ini tidak akan layak menyandang nama Indonesia , tidak layak menyandang semboyan Bhineka Tunggal Ika, jika tidak ada Provinsi Irian Jaya didalam nya.
Reply akar wanuy karoba
4:59 AM on November 15, 2011 
papua'
aku orang papua'kulit hitam,rambutku keriting,,,,,,
smuanx ciptaan yang mulia,,,,

kita merdeka bukan kekuatan bangsa papua ttpi,,sdh ada GERBANG PINTU EMAS ADALAH PAPUA,maka perlu di pisakan antara bangsa.
,